Smelter merupakan fasilitas pengelolaan atau peleburan (Smelting) tambang. Sedangkan Peleburan (smelting) adalah proses reduksi bijih sehingga menjadi logam unsur yang dapat digunakan berbagai macam zat seperti karbid, hidrogen, logam aktif atau dengan cara elektrolisis. Pemilihan zat peredusi ini tergantung dari kereaktifan masing-masing zat. Makin aktif logam makin sukar direduksi, sehingga diperlukan pereduksi yang lebih kuat.
Logam yang kurang aktif sepeti tembaga dan emas dapat direduksi hanya dengan pemanasan. Logam dengan kereaktifan sedang, seperti besi, nikel dan timah dapat direduksi denagn karbon, sedang logam aktif seperti magnesium dan almuinium dapat direduksi dengan elektrolisis. Seringkali proses peleburan ditambah dengan fluks, yaitu suatu bahan yang mengikat pengotor dan membentuk zat yang mudah mencair, yang disebut gerak [htpps://id.wikipedia.org/wiki/peleburan]
sedangkan PT Indonesia Asahan Aluminium atau lebih dikenal sebagai Inalum merupakan BUMN pertama dan terbesar di Indonesia yang bergerak dibidang peleburan Aluminium. [https://id.wikipedia.org/wiki/Inalum]

Jakarta – Holding Industri pertambangan, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum menargetkan proyek Smelter Grade Alumina (SGA) di Kalimantan Barat segera rampung. Smelter hasil kerja sama dengan Antam dan investor China itu ditargetkan dapat berproduksi secara komersial pada 2020.

“Pada tahun ini, perseroan masih terus mengejar realisasi beberapa proyek pengembangan. Salah satunya yang dikebut adalah adalah proyek Smelter Grade Alumina (SGA) di Mempawah – Kalimantan Barat bersama ANTAM dan investor dari Tiongkok yang ditargetkan dapat berproduksi secara komersial pada 2020,” papar Dirut Inalum, Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan tertulis, Selasa (14/8/2018).

Selain itu, untuk mencapai target produksi 1 juta ton aluminium pada 2025, Inalum juga berencana untuk melakukan ekspansi pengembangan klaster aluminium di provinsi Kalimantan Utara tepatnya di Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning, yang saat ini tengah finalisasi pra-studi kelayakan dan persiapan lahan.

Budi mengatakan, proyek itu terus dikebut untuk mencapai mimpi Inalum menjadi salah satu perusahaan kelas dunia (Fortune 500).

“Kami memproduksi produk turunan aluminium berupa Billet dan Foundry Alloy, melakukan uji coba proyek optimalisasi dan upgrading tungku peleburan. Upaya lain yang dilakukan untuk menjadi perusahaan kelas dunia dengan finalisasi studi kelayakan untuk pengembangan smelter baru, ekspansi pelabuhan, pabrik Calcined Petroleum Coke (CPC) bekerja sama dengan Pertamina,” kata Budi.

Untuk mendukung itu semua, Inalum juga, lanjut Budi siap untuk mengembangkan pelabuhannya di Kuala Tanjung.

Saat ini, Inalum mengoperasikan dua dermaga yaitu dermaga A dan dermaga B yang menjorok ke laut sepanjang 2,5 km yang telah beroperasi sejak 1982.

Sumber : https://finance.detik.com/energi/d-4165934/smelter-alumina-inalum-di-kalbar-beroperasi-2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *