Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc., atau Freeport NYSE: FCX adalah salah satu produsen terbesar emas di dunia. Perusahaan Amerika ini memiliki beberapa anak perusahaan termasuk PT Freeport Indonesia, PT Irja Eastern Minerals and Atlantic Copper, S.A.

Sejarah Freeport-McMoRan
Perusahaan ini didirikan sebagai Freeport Sulphur Company pada tahun 1912 di Freeport, Texas, dekat dengan tambang sulfur miliknya, yang merupakan tambang sulfur terbesar di dunia. Freeport pun memprakarsai penambangan sulfur di sepanjang Pesisir Teluk A.S. dengan menggunakan Proses Frasch. Freeport Sulphur mulai berdiversifikasi pada tahun 1931, dengan membeli tambang mangan di Oriente Province, Kuba. Freeport nantinya juga memproduksi nikel selama Perang Dunia II dan potassium pada dekade 1950an.

1950an
Pada tahun 1955, Freeport membangun tambang nikel-kobalt di Moa Bay, Kuba, dan sebuah kilang minyak di Port Nickel, Louisiana dengan nilai investasi mencapai US$119 juta. Pada tanggal 11 Maret 1957, pemerintah Amerika Serikat mengumumkan kontrak pembelian nikel dan kobalt hasil produksi Freeport dari Kuba hingga tanggal 30 Juni 1965, sebagai komoditi strategis. Fidel Castro lalu menasionalisasi tambang dan kilang minyak ini pada tahun 1960.

Pada tahun 1956, Freeport membentuk ‘Freeport Oil Company’. Pada tahun 1958, perusahaan ini menjual sebuah tambang minyak di Louisiana seharga US$100 juta.

1960an
Pada tahun 1961, Freeport memasuki bisnis kaolin. Pada tahun 1964, Freeport juga mendirikan cabangnya di Australia untuk mengejar kemungkinan penambangan disana, termasuk juga di negara-negara di sekitaran Samudera Pasifik. Pada tahun 1960, geolog Freeport juga mengonfirmasi penemuan Belanda atas Tambang Ertsberg, yang menyimpan cadangan tembaga dan emas yang sangat melimpah, yang terletak di pedalaman Pegunungan Jayawijaya. Pada tahun 1966, Freeport mendirikan Freeport Indonesia, Inc. untuk menegosiasikan kontrak karya dengan pemerintah Indonesia, untuk mengelola tambang tersebut. Dalam studi kelayakan yang mereka lakukan, geolog Freeport memperkirakan bahwa di Ertsberg terdapat 33 juta ton bijih dengan 2,5% kandungan tembaga. Ertsberg pun menjadi tambang dengan cadangan tembaga terbesar yang pernah ditemukan oleh manusia, pada saat itu.

Freeport pun mulai mendirikan tambang di Ertsberg pada bulan Mei 1970 dan pada pertengahan tahun 1973, tambang tersebut dinyatakan resmi beroperasi. Petinggi dari Bechtel, yang merupakan kontraktor utama dalam pembangunan tambang tersebut, menyatakan bahwa pembangunan tambang Ertsberg ini merupakan “proyek teknik paling sulit yang pernah mereka ambil”. Tantangan ini meliputi pembangunan 101 kilometer (63 mi) jalan akses (yang memerlukan pembangunan dua terowongan untuk menembus dua gunung) dan juga pembangunan jalur trem dengan bentang tunggal terpanjang di dunia. Trem ini sangat penting untuk pengangkutan manusia, barang, maupun hasil tambang, karena terdapat sebuah tebing setinggi 2.000 kaki (610 m) yang memisahkan tambang Ertsberg (di ketinggian 12.000 kaki (3.700 m)) dengan pabrik pengolah (di ketinggian 10.000 kaki (3.000 m)). Untuk mengangkut konsentrat tembaga dari pabrik tersebut ke pelabuhan juga membutuhkan pemasangan jaringan pipa sepanjang 109 kilometer (68 mi), yang merupakan terpanjang di dunia.

Pembangunan tambang ini menelan biaya hampir US$200 juta. Walaupun pembangunan tambang Ertsberg ini merupakan pencapaian yang sangat luar biasa, tetapi kinerja keuangan tambang ini pada awalnya sangat mengecewakan, karena harga tembaga yang terus terdepresiasi dan tingginya biaya operasional, hanya menyisakan sedikit keuntungan untuk Freeport selama dekade 1970an.

McMoRan Oil & Gas dibentuk pada tahun 1967 oleh tiga orang, yakni William Kennon McWilliams Jr. (“Mc”), James Robert (Jim Bob) Moffett (“Mo”), yabg merupakan geolog perminyakan, dan Byron McLean Rankin, Jr. (“Ran”), “seorang ahli pemasaran dan penjualan”.

1970an
Pada tahun 1971, Freeport mengganti namanya menjadi ‘Freeport Minerals Company’ untuk merefleksikan bisnisnya sebagai produsen berbagai macam olahan mineral. Freeport lalu membentuk ‘Freeport Gold Company’ pada tahun 1981 untuk mengolah temuan cadangan emas di Jerrit Canyon, Nevada, sebagai sebuah joint venture dengan FMC Gold Co., anak perusahaan dari FMC Corporation (sekarang merupakan anak usaha dari Yamana Gold).

McMoRan mendapat reputasi sebagai peneliti perminyakan yang agresif dengan program pengeboran yang sangat efisien. McMoRan juga membentuk kemitraan pengeboran dengan beberapa perusahaan, termasuk Freeport. Pada tahun 1981, Freeport Minerals bergabung dengan McMoRan Oil & Gas untuk membentuk Freeport-McMoRan Inc.

Sejak tahun 1973, Freeport juga telah mengoperasikan tambang emas terbesar di dunia, yang terletak di Provinsi Papua, Indonesia.

1980an
Pada tahun 1982, Freeport Gold Company menjadi produsen emas terbesar di dunia, dengan produksi emas mencapai 196.000 troy ons (6.100 kg) pada tahun pertama operasi penuhnya.

Sampai tahun 1989, Freeport-McMoRan telah memiliki dua tambang kelas dunia yang siap dikembangkan, yakni tambang emas baru di Grasberg, Papua, Indonesia (dekat dengan tambang Ertsberg yang lebih dahulu ditemukan), yang mengandung cadangan emas terbesar di dunia dan merupakan salah satu cadangan tembaga terbesar di dunia; serta tambang sulfur, minyak, dan gas di Main Pass di lepas pantai Louisiana, dengan cadangan cadangan sulfur diperkirakan sebanyak 67 juta ton, cadangan minyak sebanyak 39 juta barel (6.200.000 m3), dan cadangan gas alam sebanyak 7.000.000.000 kaki kubik (0,20 km3). Kedua tambang ini merupakan aset yang sangat berharga, tetapi membutuhkan banyak uang untuk mengembangkannya. Freeport pun harus menjual aset-asetnya senilai US$1.5 milliar untuk mendanai pengembangan kedua tambang ini.[2]

1990an
Sampai tahun 1991, Freeport-McMoRan Inc. pada dasarnya merupakan perusahaan induk untuk Freeport-McMoRan Copper & Gold (FMCG) dan “Freeport-McMoRan Resource Partners”, yang berbisnis di bidang pengolahan sulfur dan pupuk. Pada awalnya, Freeport berfokus untuk mengumpulkan dana sebanyak-banyaknya untuk mengembangkan temuannya di Grasberg dan Main Pass. Kedua aset ini makin terlihat menjanjikan saat mereka menelitinya lebih dalam. Main Pass menyimpan cadangan sulfur terbesar kedua di dunia dan Grasberg yang menyimpan begitu banyak bijih emas.

Pada tahun 1994, Freeport-McMoRan memisahkan Freeport-McMoRan Copper & Gold, yang akhirnya menjadi perusahaan yang berdiri sendiri, dan sangat fokus untuk mengembangkan operasinya di Indonesia. Pada tahun 1997, Freeport-McMoRan Inc., diakuisisi oleh IMC Global, sebuah produsen pupuk yang cukup besar.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Freeport-McMoRan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *