YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta terus melakukan pemantuan terhadap aktivitas Gunung Merapi. Dari pemantauan, pertumbuhan Kubah Lava Gunung Merapi ditemukan masih kecil dibandingkan dengan volume kawah.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani mengatakan, Gunung Merapi memasuki fase erupsi magmatis pada 11 Agustus 2018 ditandai dengan munculnya kubah lava. “Kubah lava Gunung Merapi selalu bertambah besar,” ujar Kasbani dalam jumpa pers perkembangan terkini Gunung Merapi di kantor BPPTKG Yogyakarta, Senin (26/11/2018).

Kasbani menuturkan bahwa dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh BPPTKG Yogyakarta, pertumbuhan Kubah Lava Gunung Merapi masih kecil. Kecepatannya rata – rata sekitar 3.000 meter kubik per hari. “Kita belum tahu kecepatan pertumbuhan Kubah Lava ke depan karena tergantung suplai dari bawah, tetapi rata-rata perhari 3.000 meter kubik.

Bahkan yang besar pernah sekitar 6.000 meter kubik,” ungkapnya Berdasarkan perhitungan dari BPPTKG Yogyakarta pada 22 November 2018 kemarin, volume kubah lava Gunung Merapi mencapai sekitar 308.000 meter kubik.

Angka itu jauh di bawah volume kawah kosong yang mencapai 10.000.000 meter kubik. Oleh karena itu, Kasbani berani berkata bahwa pertumbuhan ini tidak berbahaya, selama tidak masuk dalam wilayah rekomendasi, yakni tiga kilometer dari puncak. Status Gunung Merapi pun pada saat ini masih Waspada (level II).

sumber: https://sains.kompas.com/read/2018/11/27/183500123/dibanding-volume-kawah-pertumbuhan-kubah-lava-merapi-masih-kecil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *